Sabtu, 09 Oktober 2010

Mimpi Basah Naruto

Judul :                                Mimpi Basah
Manga :                                 Naruto
Genre :                                  Humor

Perhatian: Anak dibawah umur tidak boleh baca cerita ini...
Siang hari yang begitu panas, tampaklah seorang pemuda sedang berlatih sndirian di sebuah lapangan. Lapangan itu merupakan tempat latihan teamnya dulu.
"Ahhh, capek sekali hari ini. Sasuke seandainya kamu ada di sini, kita bisa berlatih bareng. Sakura juga sibuk dengan jabatan susternya sekarang. Aku jadi sendirian" gumam Naruto yang sedang duduk dibawah pohon rindang.
Naruto melepaskan kaos hitam yang basah. Angin sepoi-sepoi terasa sangat menyejukkan tubuh Naruto yang kekar. Dia kemudian berbaring dan memandangi birunya langit. 'Sungguh enak beristirahat di bawah pohon rindang ini' pikir Naruto.
Naruto tidak menyadari, ada seseorang yang mengamati dia sejak awal latihan sampai dia beristirahat di bawah pohon rindang itu. Gadis yang berambut panjang berwarna biru tua dan bermata lavender.
Saking keenakan akan hembusan angin sepoi-sepoi, membuat Naruto tertidur. Lima menit dalam tidurnya, Naruto mulai masuk ke alam mimpinya. Gadis itu mengamati Naruto yang tak bergerak. 'Naruto-kun sedang apa ya? Kok dia tidak berkutik. Apa jangan-jangan dia pingsan?' gadis itu khawatir terhadap Naruto.
Dengan inisiatif sendiri gadis itu mendekati Naruto. Dia mulai melihat Naruto yang bertelanjang dada. 'Naruto-kun, dada kamu sangat bidang. Otot-otot kekarmu terpampang diseluruh dadamu' pikir gadis itu. Entah setan apa yang merasuki gadis itu. Gadis itu mulai berbaring di samping Naruto.
Tiba-tiba Naruto mulai memeluknya dengan sangat erat. Kepanikan mulai tampak pada gadis itu 'ohh tidak, Naruto-kun memeluk aku. Gimana nih, aku jadi nggak bisa bergerak. Kalau aku bergerak sedikit pasti Naruto-kun akan bangun. Mesti gimana nih?' gadis itu mulai berpikir tapi akhirnya pasrah dengan keadaan seperti itu.
10 menit tidak menggerakkan posisinya, napas Naruto yang terengah-engah didengar gadis itu. 'Naruto-kun sesak napas apa ya?' pikir gadis itu. Tanpa disadari tangan Naruto memegang buah dada sebelah kiri dari gadis itu yang masih tertutup jacket abu-abunya dengan tangan kanan Naruto.
Gadis itu terkesiap, 'huh apa ini, Naruto-kun jangan' gumam gadis itu dengan mengerjap-ngerjapkan matanya.
Naruto bergumam dalam tidurnya "Hinata-chan jangan pergi, aku tidak merasa terganggu kok".
Gadis itu kaget 'apa? Apa yang tadi Naruto-kun katakan? Aku tidak percaya. Apa dia pura-pura tertidur? Tapi kalau melihat dia. Dia memang dalam keadaan tertidur. Oh KAMI tolong jangan sampai terjadi sesuatu disini'.
'Naruto-kun pasti sedang bermimpi tentang aku' pikir gadisku dengan mencoba mengangkat tangan Naruto yang berada di atas buah dadanya sebelah kiri.
Tapi tangan Naruto tidak dapat dipindahkan oleh gadis itu. Malah cengkraman Naruto di dada gadis itu semakin keras. Keadaan ini membuat gadis itu terbuai dalam nafsunya. Gadis itu mulai terengah-engah. 'Heh-heh-heh, oh gawat aku merasakan ada sesuatu yang ingin keluar. Oh, tidak jangan sekarang' pikir gadis itu dan"Ughhh, mmhhm esshh" gadis itu mulai melenguh keenakan. Ternyata gadis itu telah mencapai puncak klimaks.
Memang aneh untuk gadis itu. Baru pertama kalinya dia merasakan sensasi yang luar biasa. Dia merasakan ada cairan yang keluar di alat kelaminnya. 'Perasaan apa ini? Apa sih yang sebenarnya dimimpikan Naruto-kun' pikir gadis itu dengan tampang muka yang puas dan bermerah-merah ria di raut wajahnya.
Apa yang dimimpikan Naruto? Mari kita saksikan mimpinya Naruto.
Awal mimpi Naruto, Naruto sedang berjalan untuk makan ramen. Sampailah dia ke Ichiraku ramen dan memesan seperti biasa makanannya. Teuchi langsung memberikan makanan yang telah dipesan Naruto.
Selesai makan ramen, dia langsung menuju ke kamar apartemennya. "Enak sekali nih, abis latihan, makan ramen. Abis makan ramen, aku pulang and mandi air panas dan langsung tidur siang" gumam Naruto.
Selesai mandi, Naruto mendengar ketukan di pintu apartemennya. "sebentar aku bukain" jawab Naruto.
Naruto yang masih mengenakan handuk yang menutupi dari perut sampai dengkul membukakan pintu. "Hei Hinata-chan, ada apa? Silahkan masuk" Naruto menyapa Hinata dan mempersilahkan masuk.
Hinata memandang Naruto dengan bersemu merah dan berkata "gomenasai Naruto-kun jika mengganggu acara kamu mandi". Hinata tahu Naruto telah menyelesaikan mandinya, karena terlihat butir-butir air yang mengalir di dada bidang Naruto. Hinata segera mengambil langkah untuk pergi.
"Hinata-chan jangan pergi, aku tidak merasa terganggu kok" Naruto menahan Hinata dengan tangan yang tadinya memegang handuk dan menariknya kedalam. Ini membuat Hinata jadi tidak bisa menyeimbangkan diri setelah tarikan dari Naruto. Akhirnya Hinata jatuh menimpa badan Naruto yang bertelanjang bulat. Handuk Naruto terlepas setelah tangan yang memegang handuk tadi melepaskan pegangan handuknya untuk menarik Hinata.
Kedua-duanya saling bertatap mata. Keduanya seperti terasuki nafsu yang harus dipenuhi. Posisi Hinata yang berada di atas Naruto tidak berubah. Naruto membelai rambut Hinata dan Hinata tanpa rasa takut mulai mencium Naruto di bibir.
Ciuman yang penuh nafsu dirasakan oleh kedua-duanya. Naruto membalas ciuman itu dengan lumatan. Hinata mulai membuka bibirnya untuk menerima lidah Naruto. Lidah mereka saling bertautan sekarang. Mereka telah merasakan birahi yang tinggi.
Naruto merasakan dalam posisi seperti ini kurang puas, kemudian dia membalikkan posisinya. Sekarang Naruto berada di posisi atas tubuh Hinata yang masih berpakaian lengkap.
Naruto mengikuti instink sex-nya. Naruto melepaskan ciuman tadi dan mulai mencium leher Hinata.
Hinata melenguh "Ouhh, Naruto-kun. Ahhh". Hinata mulai meraba punggung Naruto.
Selagi dia mencium leher Hinata, Naruto mencari resleting jaket Hinata. Setelah menemukan resleting itu, Naruto mulai menariknya pelan, turun, dan akhirya terlepas. Naruto menarik lepas jaket Hinata.
Ternyata Hinata tidak menggunakan dalaman apa-apa lagi. Terpampanglah bukit Hinata yang sudah tumbuh.
Ciuman Naruto kini turun ke bukit kembar Hinata. Sekali lagi Hinata mulai melenguh "Ouch hess hemm, emhh eshh".
Naruto terus merangsang Hinata dengan ciuman di kedua buah dadanya. Tangan Naruto kini mencari kaitan kunci di celana jins Hinata dan menarik turun resleting Hinata. Akhirnya Naruto melepaskan celana panjang itu.
Naruto melepaskan ciuman di buah dada Hinata dan kini melihat tubuh Hinata yang telanjang tanpa sehelai benangpun.
Hinata merasa malu setelah melihat tampang Naruto yang terus memandangi tubuhnya. Naruto masih terus mengikuti instink sex-nya. Naruto mulai menciumi perut Hinata, terus kebawah sampai ke bagian G-Spot Hinata dan "Esshhh Naruto jangan berhenti, tteeeerruuussss eeesssshhh".
Tangan kanan Naruto mulai meremas bagian kiri buah dada Hinata, sedangkan tangan kirinya memegang kedua kaki Hinata untuk terus mengangkang.
Vagina Hinata mulai bertambah basah dan basah, seketika terdengarlah suara lenguhan hebat "Ahhh Naruto aaaakkkuuu kelll- Shhhss Achhhs ssshhh". Hinata menjambak rambut Naruto dan melepaskan jambakannya lalu lemas.
"Hinata kamu puas?" tanya Naruto.
Hinata hanya mengangguk. Tangan Hinata kini meraih kejantanan Naruto. Karena tidak sampai. Naruto menarik tubuh Hinata untuk duduk berhadapan. Naruto kini bersandar ke pintu apartemen yang belum tertutup. Mereka tidak memperdulikan pintu itu dari tadi. Mereka telah diliputi hawa nafsu yang besar. Hinata sekarang bisa menyentuh Kejantanan Naruto yang berdiri tegak. "Besar ya Naruto-kun" Ekspresi muka Hinata kaget.
Hinata menggenggam batang itu dengan kedua tangannya dan mulai menggerakkan naik turun. "Ahhh Hinnnaaattta-cchhhannn" Naruto merasa keenakan dan darah sekarang mulai berkumpul di kejantanan Naruto.
Hinata kemudian mencoba untuk menjilat batang itu "Emmhhh Hinnnaatttaaa". Hinata lalu mengulumnya dengan ragu-ragu. Naruto sekarang merasa tambah enak, kedua tangannya membelai rambut Hinata dan menekan kepala Hinata untuk terus mengulum batangnya itu.
Tidak lama kemudian Hinata melepaskan tekanan tangan Naruto. Narto merasa kecewa, karena dia belum meraakan climax. Sekarang mata Hinata menatap mata Naruto. Mereka berciuman penuh nafsu kembali. Saling melumat lidah dan bibir.
Naruto melepaskan ciumannya dan merebahkan Hinata kembali. Dengan kedua tangannya, Naruto melebarkan kaki Hinata. Memposisikan penisnya di selangkangan Hinata.
"Hinata kamu sudah siap?" tanya Naruto untuk memastikan.
Hinata dengan perasaan takut dan malu menganggukkan kepalanya.
Naruto mulai mendekati kepala penisnya ke arah lubang vagina Hinata yang masih sempit berwarna merah itu. Ketika hendak menekankan penisnya ke vagina Hinata, terlihat oleh Naruto ada wajah yang memberikan tampang killer intent ke Naruto.
"Naruto kamu ngapain disini bersama Hinata?" Suara itu keras dan menggelegar.
"Ehh Sakura-chan sa-sa-" Ucapan Naruto terhenti oleh pukulan Sakura.
"Sakura-chan ampyunn" Naruto teriak dalam mimpinya.
"Naruto-kun ada apa?" Hinata mulai membangunkan Naruto.
Naruto bangun dengan kaget dan duduk. Badannya tertutupi oleh air keringat yang terus keluar.
"Huh-huh-huh, apa cuman mimpi untung saja" Naruto memandang kelapangan yang hijau dan panas.
"Kamu sedang mimpi apa- Naruto-kun?" tanya Hinata yang sekarang jaketnya sudah terbuka.
"Eh Hinata-chan,sejak kapan kamu ada disini?" Naruto tidak menjawab pertanyaan Hinata.
Hinata terus menjelaskan, kenapa dia ada disitu. Dengan muka yang memerah dia bilang "Naruto, itu kamu besar ya, dan celana kamu basah tuh" Hinata menunjuk ke arah selangkangan Naruto yang menonjol dan basah.
Naruto segera menutupinya dengan baju hitamnya. "Hinata-chan jangan cerita ke siapa-siapa ya. Jadikan ini rahasia kita berdua".
Naruto sekarang juga memandang ke Hinata, terutama celana jinsnya Hinata. "Hinata kamu climax juga ya, tehehehe" pandangan Naruto tidak berubah dari celana jinsnya Hinata.
"Hmm Naruto-kun dah jangan melihati terus. Aku malu" Hinata menutupi bagian yang basah dengan kedua tangannya.
Tau-tau Naruto mendekati muka Hinata dan mencium bibir Hinata. Lima menit kemudian Naruto melepaskan ciumannya untuk mengambil napas. "Hinata aku sayang kamu. Mau nggak kamu jadi pacar aku?" tanya Naruto dengan wajah puppy love.
"Hmm, pasti Naruto. Aku mau jadi cewek kamu" jawab Hinata dengan muka merah dan perasaan senang.
"Kalau begitu kita ngedate sekarang. Gimana kalau kita ke Ichiraku ramen?" ajak Naruto.
"Dengan celana seperti ini, Naruto-kun? Aku malu" jawab Hinata.
"Tenang-tenang kita keringin dulu celana kita terus kita makan siang bareng ya" kata Naruto dengan tampang seneng banget.
Akhirnya setelah celana kering mereka jalan bareng ke Ichiraku ramen. 'gara-gara mimpi basah, aku jadian sama Hinata' pikir Naruto

 Tamat

Tragedi Ichiraku Ramen

 Judul :                             Tragedi Ichiraku Ramen
Genre :                                        Humor
Sumber :                            Inuzuka Rainbow

Siang itu, tidak cerah juga tidak gelap. biasa saja tapi tidak istimewa juga.
Naruto tampak memasuki Warung Ichiraku Ramen kesukaannya.
"Wah...! Mau pesen apa nih, Nar?" (pak Teuchi)
"hn..." jawab Naruto dingin. Tidak seperti biasanya.
"Naruto,,,,, lo mau pesen apaan?" (dengan gaya yg kegenit-genitan -hoek-)
"hn..." Naruto tetap dingin. Tidak seperti biasanya.
"NARUTOOOOOOOOO... LO MO PESEN APAAN?"
"Hn..."
"NARU!WALOPUN LO BELAGA 'COOL' KAYA' SASUKE, MUKA LO TETEP ANCUR!"
"ENAK AJA BILANG MUKA GUE ANCUR! GUE CAKEP TAUK! BUKTINYA INO MA SAKURA NAKSIR GUE!"
Gumpalan asap mengeliling Naruto (palsu). Dandibalik gumpalan asap itu ternyata ada...
ada...
ada...
ada...
ada...
ada...
ada...
es-a-es-u-ka-e (s-a-s-u-k-e)
"LO BILANG MUKA GUE ANCUR, HAH?" Sasuke pasang Sharinggan.
Pak Teuchi kena hipnotis. Terus pingsan.
"Hah? Kok pingsan? Yaaaaaaaaaa...! Jangan pingsan dong! Ntar gue yang kena pidana. Woi, Pak!"
Pak Teuchi sadar setelah kena semprot dari goa gelapnya Sasuke.
"Hah? Eh? Ini dimana?"
WUUUUUUUUUSH...
Sasuke lari dengan kecepatan 1.000.000 km/menit. (dah sampe Suna, tuh!)
"Kak Sasuke ketemu!" (konohamaru)
"Yaaaaaa... Gue kalah!"
Sasuke sebenarnya tadi sedang maen petak umpet ama Konohamaru dan teman-temannya. Biar ga' ketahuan, dia nyamar jadi Naruto. Eh,,,... ternyata... (pikir ndiri, ya!)
-0o0-
1 jam kemudian...
"Paak! Pesen..."
"Heh! kamu pasti Sasuke yang nyamar jadi Naruto, kan?"
"Gue Naruto Uzumaki asli! Dua kelinci!"
"Alaaaaaaah... Gak usah bo'ong! Lo pasti Sasuke! Gue yakin 100 kelinci!"
"HEH! GUE NARUTO UZUMAKI ASLI, TAUK!"
BUGH!
Naruto nendang Pak Teuchi ampe ke angkasa dan jadi bintang kecil.
TING!
10 menit kemudian,
"WAAAAAAAA..."
BRUK
GUBRAK
JDUAKK
KLONTANG
"HEH! DASAR! UDAH NGERJAIN GUE, NGELEMPAR LAGI, MAU LO APA, SIH?"
"Gue mau mi..."
"TUNJUKKIN JATI DIRI LO YANG SEBENARNYA!"
"GUE UZUMAKI NARUTO ASLI! NIH, LIAT!"
Naruto (I am sorry) buka bajunya. Ngeliatin segel Kyuubi yang ada di perutnya.
"KYAAAAAAAAA..." Ayame lari ke kantor Godaime ngelaporin tingkah Naruto
"Godaime, Naruto, tuh! Nakal!"
Ok! Back to Naruto.
"Lha, kok Ayame lari?"
"BOCAH GOBLOK!"
BUGH...!
Naru ditendang Pak Teuchi hingga ke angkasa dan jadi bintang kecil.
TING!
"Teuchi, mana Naruto?" Datang tak diundang, pulang tak diantar, datanglah Kuntil...eh, Tsunade-Sama.
"Eh, tadi dia terbang ke qangkasa. Katanya mau jadi astronot pertama di Konoha." (Wah, Pak Teuchi bo'ong tuh! Dosa lo,, ) Jawab Pak Teuchi.
"Oh, gitu,, pulangnya kapan?"
"10 menit lagi."
"Oh, gitu."
"Memangnya Tsunade-Sama mau apa?"
"Oh, saya mau..."
"Ya,,..."
"Mau..."
"Ya?"
"Mauuu..."
"Ya?"
"Mau..."
"Ya?"
"Mau..."
"Mau apa?"
"Rahasia, dong!"
GUBRAKZ!
20 menit kemudian,
"WAAAAA..."
GUBRAK
BRUK
JDUAKK
KLONTANG
MIAUW
GUK
ROAR
BRM...
"Ehm...ehm...Naruto!"
"Adududududududududududuh! Sakit sekali! Hah? Kok ada Hokage Tsunade disini? Miauw...kok Guru Kakashi, Iruka, dan teman-teman juga ada disini? Guk!"
Inner Tsunade: Kayaknya ni anak terjangkit flu anjing dan kucing plus rabun dekat n jauh. Soalnya orang ga' ada Kakashi, Iruka, dan teman-temannya disini!
POOR NARUTO
"Naruto, aku dengar kamu melakukan tindakan porno!"
"Ha? Porno? Tadi aku cuma buka baju, kok!"
"Sama aja, goblok!"
Naruto kena semprot Tsunade.
"Yaaa...! Nenek Tsunade! Aku jadi basah kuyup, nih!"
"GRRR...! NARUTOOOOO...!"
BUGH!
Naruto kena tendang Tsunade. Terbang ke angkasa dan jadi bintang.
TING!
10 jam kemudian,
"WAAAAAAAA...!"
BRUK
GUBRAK
JDUAKK
KLONTANG
"Paaaaaak...!Saya pesen,..."
"Pasti mi ramen, kan?"
"Bentar, pesen apa, ya?"
1 jam kemudian,
"Mau pesen cewe'!"
"HAH?"
Pak Teuchi pingsan. Sadar. Pingsan lagi. Sadar lagi. Pink-sun . Pingsan. Sadar (terusin aja ampe ujung dunia!)
"Mau pesen mi ramen 50 porsi!"
"Bilang kek daritadi!"
3 jam kemudian,
"HAH! KENYANG BANGET GUE!"
"Nah, sekarang bayar!"
"Ha? Bayar?" tanya Naruto dengan tampang babunya itu.
"IYA! LO BELI 50 PORSI! SEKARANG CEPETAN BAYAR! GA' PAKE LAMA!"
"Emang bayarnya berapa?"Tanya Naruto dengan santainya.
"Tiga puluh juta!Cepet bayar!Gak pake lama!"
"Ngutang dulu!"Kata Naruto dengan santainya (lagi).
"NARUTOOOO...!"
Pak Teuchi nendang Naruto hingga ke angkasa dan jadi bintang kecil.
TING!

-Tamat-

Kebenaran Dibalik Zetsu

Judul :                                          Kebenaran Dibalik Zetsu 
Manga :                                                 Naruto
Chap :                                                     512


Dipulau tersembunyi itu, Bee dgn tubuh setengah Hachibi , setelah mencoba mengejar Hiu pembawa gulungan Informasi, yg akhirnya gagal muncul..
"Sasaran menghilang, dia berhasil lolos" kata Bee

Di sekeliling Hiu2 kisame yg mati, Guru Gai yg tergeletak karna kehabisan tenaga, sedang didekati oleh Naruto yg hendak mencoba menolongnya.
"Kau baik2 saja Guru Gai ??" tanya Naruto sambil mencoba mengangkat tubuh Gai.
Tapi Gai malah teriak kesakitan, Naruto pun terkejut
"Awas jgn sentuh Guru Gai !! Itu krna efek dari 'Pembukaan Gerbang' mulai dirasakn olehnya, Serabut Ototnya tlah terkoyak, Hanya dgn sentuhan sedikit saja akan menimbulkan Rasa Sakit yg luar biasa di sekujur tubuhnya" kata Yamato mengingatkan dan menjelaskan yg terjadi pada tubuh Gai
"Maafkan Aku Guru Gai !" kata Naruto yg terlanjur telah mengangkat sedikit Tubuh Gai, malah melepaskannya lg, Tak ayal Gai pun berteriak Kesakitan
"Pelan-pelan "kata Yamato terlambat

Terlihat didpn Yamato, Gai dan Naruto.
Aoba dan Motoi sdng berdiskusi
" 'Suiro no jutsu' benar2 menyita wkt kita memberitahu tentang kebocoran informasi" kata Motoi Sambil memasukan kertas data2 yg didapat Aoba dari membaca Pikiran Kisame
"Sebaiknya kita simpulkan, bahwa musuh tlah mengetahui lokasi kita, berarti kita hrs memindahkan Naruto dan Bee secepatnya, musuh pasti menduganya, yg berarti mereka takkan menyia2kan waktu. " kata Aoba setengah berbisik pada Motoi
Motoi mengkurchiyose seekor Burung. Lalu berkata: "Oh begitu... Baik kita akan memindahkan mereka, tapi tidak menggunakan perahu, mereka hrs tetap dipulau ini"
Moto menyelipkan kertas pesan ke kaki burung yg di kurchiyose-nya.
Terlihat dibelakang Motoi dan Aoba.
Naruto mencolek2 tubuh Gai
"jangan sentuh Tubuhnya" Yamato mengingatkan Naruto yg tampaknya menggoda Gai dgn mencolek-colek tubunya.

Bee melompat datng ke Aoba dan Motoi berada.
"Bee bagaimana? "kata Motoi menanyakan tentang pengejaran Hiu pembawa gulungan informasi itu
"Kurang beruntung..." kata Bee dgn nada Rap.
Aoba yg masih bingumg dgn ucapan Motoi tentang pemindahan Naruto dan Bee tanpa menggunakan Perahu

Burung pembawa Pesan Motoi terbang

Karena Aoba masih belum paham atas ucapan Motoi, dia bertanya : "Apa mksudmu ? Kita memindahkan mereka tapi mereka harus tetap dipulau ini ? "
"Kau takkan pernah menemukan pulau ini, dipeta manapun..."jwb Motoi belum selesai, karna scan berpindah kepada Kura-kura kurchiyose Gai yg sedang berbicara
"Kau makhluk Raksasa kan ?? " kata Kura-kura yg biasa dipanggil 'Guru' oleh Gai
"Tidak.. Bisa dibilang Aku ini baru menetas" jwb makhluk dipanggil Raksasa itu , yg ternyata adalah Seekor Kura-kura yg super besar
"Apa,,,? Aku blm pernah melihat atau mendengar Kura-kura sebesar dirimu" kata Kura-kura 'Guru'nya Gai

Kembali pada Motoi, meneruskan perkataannya "Pulau ini adalah Sebuah Benteng Berjalan, karena Pulau ini adalah Kura-Kura Raksasa yg dipelihara Kumogakure sejak dahulu kala" Kata Motoi menjelaskan, dgn gambaran Seekor Kura2 Raksasa berpunggung Pulau tempat Bee , Naruto dkk berada.
Aoba kaget mendengar penjelasan Motoi sambil menunjuk-nunjuk jari kebawah tanpa berkata apa2
"Tentu saja kita Asumsikan bahwa musuh telah mengetahui tempat kita, Tapi dgn memindahkan Pulau ini ke Kumogakure akan lebih aman dibandingkan dgn Perahu apapun. Selain itu kan ceritanya Naruto sedang meneliti Ekologi Pulau ini, jika kita meninggalkan tempat ini sekarang, akan sangat mencurigakan " kata Motoi

Sementara di sebuah Gua markas Aktsuki..
"Tunggu... Biar Aku yg menangani Hachibi dan Kyuubi" kata Kabuto
"Apa Tujuanmu ?" Tanya Tobi
"Karna ada Klon dari Shodaime yang mengawal Naruto bernama Yamato, dia adalah salah seorang yg ingin ku teliti" kata Kabuto
"Jika tidak bisa, dgn tubuh Zetsu ini jg tak masalah, kalau kau mau berbagi keuntungan, itu semua takkan menghambat pembangkitan Jyuubi kan" Sambung Yamato.
Zetsu yg berada agak jauh hanya bengong saja
"wah wah sudah tau bnyk rupanya... Orochimaru sialan, rupanya sampai sejauh ini dia mengendusnya " kata Tobi
Kabuto hanya menyeringai
"Berdasarakan Info dari Kisame, kita tahu bahwa kekuatan Aliansi Shinobi berjumlah 80.000 dan mereka terorganisir," kata Zetsu
"Zetsu adalah Kunci untuk melawan jumlah mereka, benar kan ?" kata Kabuto
"Seberapa bnyak yg kau ketahui ?" tanya Zetsu pada Kabuto
"dgn pengetahuan dan sumber daya yg aku miliki, Aku dpt membuat Zetsu lbh kuat lagi, akan tetapi....dgn seluruh pasukanmu. Bawa Aku 'kesana' " jawb Kabuto
"Bagaimana Tobi, apa kita harus percaya kepada dia ? " tanya Zetsu tentang usulan Kabuto
Tobi diam sejenak, lalu berkata : " Aku akan memberikanmu 1 Zetsu, jika kau berhasil menangkap Kyuubi"
"Ikuti Aku..!" ajak Tobi pada Kabuto
Mereka tiba ke sebuah ruangan, pintu terbuka
Setelah Kabuto , Tobi dan Zetsu masuk ke Ruangan tsb
"Jadi Ini Patung Gedou Majou " Kata Kabuto setelah Melihat Gedou Majou
"ayo kebawah sini ! " ajak Tobi menuruni tangga
"ini...!!"Kabuto terkejut lagi...
"ya... ini masih hidup" kata Tobi
...Terlihat sosok Tubuh Hashirama Senju menyembul di dinding
"ya itu adalah Hashirama Senju, Hokage pertama. ini adalah salahsatu yg ku kembangkan dari bagian tubuh yg ku curi sewaktu bertarung dgnku " kata Tobi
"dia tidak mempunyai pikiran sendiri, namun yg ingin kutunjukan ada dibawah lagi" sambung Tobi
Kabuto pun melihat kebawah

Sementar di tempat pertemuan Aliansi Shinobi , tepatnya Di Pusat Komando Aliansi Shinobi.
Semua ninja2 dan petingginya berkumpul mengadakan pertemuan Besar

"Jadi mereka sudah tahu kita akan datang kesini, kita harus merevisi rencana kita kembali, tapi sekarang kita sudah tahu, bahwa mereka mengetahui kita, mereka akan menjaga-jaga, kecuali jika mereka ingin masuk ke dalam jebakan" kata Tsuchikage
"Bagaimana dgn pulaunya ? Aku msh tdk yakin, walaupun Pulau itu bisa bergerak, mereka berdua adalah target, jadi mereka akan trus mencari, walaupun sampai ke ujung Dunia" Kata Hokage
"Aku sudah merancang Rute pulau itu, bila smua ini terjadi, dan pulau itu hanya akan kelihatan dari awan, mereka takkan menemukannya"Kata Raikage
"Jika Akatsuki hendak mencari Naruto dan Bee, mereka takkan menggunakan banyak bala tentara yg besar, tapi akan mengirim team kecil" kata Mizukage
"Tapi Kisame mungkin telah membuat titik lokasi pulau itu, meskipun pulau itu berpindah tempat, mereka akan menjadikan titik lokasi itu sebagai panduan untuk mengira-ngira arah tujuan pulau tsb. Kita tak boleh hanya berjaga-jaga" Kata Kazekage Gaara
"Jadi mereka butuh bantuan ? Tapi kita tdk bisa mengirim bantuan dgn skala besar, karna itu akan sia-sia, musuh akan mengetahuinya, jadi kita hrs mengirim kecil tapi elit" timpal Mifune

Kembali ke Gua markas Akatsuki.

Kabuto Kaget campur kagum setelah melihat apa yg dia temui ditmpat itu.
"Ini sangat luar biasa, kapan kau melakukan ini" kata Kabuto
"Ada banyak Resikonya, Aku bnyk menggunakan chakra Biiju yg ada di patung Gedou Majaou, untuk membuat sebanyak ini, jadi Aku ingin menyimpan sebanyak mungkin, untuk berjaga-jaga" kata Tobi
"Semakin Lama Waktu untuk membangkitkan Jyuubi, maka Semakin lama pula, semua Rencanaku tercapai" Sambung Tobi
"....... Seberapa Banyak mereka ini ? " tanya Kabuto
"KIRA-KIRA...100.000 ZETSU " jwb Tobi
Tampak Ratusan ribu Tubuh Zetsu putih berjejer berdiri di dasar gua tsb.

Kembali ke tmpt Rapat di Pusat Komando Aliansi Shinobi

Tsuchikage menawarkan diri sebagai team bantuan untuk Naruto dan Bee
"Aku akan melakukannya" kata Tsuchikage
"Tsuchikage sama..." kata Mizukage
"Hah..Kakek Oonoki ?? Aku tdk keberatan" kata Raikage
"KEMAMPUAN TERBANGMU akan mengantarkanmu cepat sampai kesana " komentar Hokage Tsunade
"....... Apa kau yakin kek ?? " komen Kazekage Gaara
Mendengar komen Gaara , Tsuchikage sontak mencak-mencak karn merasa diremehkan
"Jangan Bawel kau Kazekage... AKU OONOKI ORANG YG PUNYA SEMUANYA ! PEWARIS DARI GELAR TSUCHIKAGE YG MENAKUTKAN " Sewot Tsuchikage
Tiba-tiba...
KRRREEKK...
Punggung Oonoki tampaknya kumat lagi
"GHAAAA..PUNGGUNGKUU..."Teriak Tsuchikage
"Aku yg akan pergi, dng menggunakan pasirku, Aku akan lebih cepat sampai disana hanya dlm sekejap" kata Gaara
"Kau bocah sialan, kubilang Aku yg akan pergi, krna SESEORANG YG PUNYA SEMUANYA, PEWARIS DARI.... GHAAAA"kata Oonoki yg mencoba mengulang 'kata2 saktinya' tapi terpotong karna punggungnya terasa sakit lagi

Kembali ke markas Akatsuki dimana Kabuto menggunakan/mengajak Deidara yg di Edo Tensei-nya bersiap untuk pergi dgn Burung Ciptaan Deidara
"Kalian Berdua tenang saja,... Sampai jumpa...."kata Kabuto sembari naik ke punggung Burung buatan Deidara

Sebelum Perang, Kabuto merasa Lapar akan kekuatan.

Bersambung ke Naruto chap 513